Ikan bawal air tawar ini kini banyak dibudidayakan petani ikan di Cibaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Salah seorang diantaranya Dadang Sulaiman, yang menekuni budidaya ikan bawal air tawar selama kurang lebih 10 tahun, terutama untuk pembibitan.
Kawasan Cibaraja terletak di Desa Cibolang Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari Jakarta dapat ditempuh dengan mobil selama tiga jam, melalui jalan tol Jagorawi. Setelah keluar pintu tol Ciawi, perjalanan dilanjutkan ke arah Sukabumi, menuju Kecamatan Cisaat.
Usaha yang dilakukan Dadang mulai dari pemijahan. Untuk pemijahan menggunakan indukan yang dipelihara di kolam tanah. Induk bawal ini baru dipindahkan bila akan dilakukan proses pemijahan.
Proses pemijahan dilakukan di kolam khusus yang dilengkapi aerator. Bawal betina terlebih dahulu diberi suntikan perangsang. Setelah 24 jam induk bawal betina akan bertelur. Setelah dibiarkan selama 2 hingga 3 jam telur diambil dan dimasukkan ke dalam aquarium. Di tempat ini telur berubah menjadi larva.
Larva hasil pemijahan yang berumur kurang lebih tiga puluh hari kemudian dibesarkan di kolam penampungan. Lama pembesaran di kolam ini dapat dilakukan hingga tiga bulan. biasanya anakan bawal ukuran 5 inch sudah dapat dijual. Anakan bawal ukuran seperti ini, harganya di pasaran sekitar seratus hingga seratus lima puluh rupiah per ekor.
Usaha budi daya dan pembesaran ikan bawal air tawar, merupakan usaha yang cukup menguntungkan. Kunci suksesnya adalah kesabaran dalam memelihara ikan.
Perawatannya cukup sederhana ikan-ikan yang telah di besarkan di dalam kolam permanen cukup diberi pakan pelet sehari dua kali pagi dan sore.
Dari budi daya ikan bawal air tawar ini. Kelompok usaha mina raja ini bisa menghasilkan produksi 2 sampai tiga juta ekor bawal anakan setiap bulannya. Sementara permintaan pasar ikan bawal ke kawasan Cibaraja ini berkisar antara tiga hingga lima juta anakan tiap bulannya.
(teetah.net)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar